- Shabana FC berpisah dengan pelatih Peter Okidi menyusul kekalahan 2-1 yang mengecewakan dari Kariobangi Sharks pada hari Minggu di Stadion Gusii.
- Okidi diminta keluar pada Selasa, 17 Maret, dengan asisten Andrew Ongwae menggantikannya sementara saat klub mencari pengganti permanen.
- Selama masa jabatannya di Liga SportPesa, Okidi mengawasi 52 pertandingan, meraih 25 kemenangan, 14 seri, dan 13 kekalahan, termasuk tujuh kekalahan musim ini.
Klub Liga SportPesa Shabana FC telah berpisah dengan pelatih kepala Peter Okidi, dengan asisten Andrew Ongwae menggantikan sementara saat klub mencari pengganti permanen.
Okidi dikeluarkan dari lapangan pada Selasa, 17 Maret, menyusul kekalahan kandang 2-1 dari Kariobangi Sharks di Putaran 24 Liga SportPesa.
“Shabana Football Club ingin menginformasikan kepada pendukung, mitra, dan masyarakat umum bahwa Klub telah sepakat untuk berpisah dengan Pelatih Kepala Peter Okidi. Keputusan ini diambil secara damai dan saling menghormati, menyusul diskusi konstruktif antara kedua belah pihak,” demikian bunyi bagian dari pernyataan klub yang dirilis pada Selasa.
BACA JUGA: Pelatih kepala Shabana FC Peter Okidi tetap yakin dengan tantangan gelar Liga SportPesa
Shabana FC berpisah dengan pelatih Peter Okidi
Okidi adalah dalang di balik pencapaian tim di posisi lima besar musim lalu, saat mereka mengakhiri musim di posisi kelima.
Memasuki musim ini, Glamour Boys tetap kokoh dalam perbincangan perebutan gelar, dengan mimpi yang masih berkelap-kelip. Namun, Okidi berangkat dengan tim duduk di urutan ketiga dengan 40 poin dan terpaut 13 dari pemimpin klasemen Gor Mahia.
Kekalahan hari Minggu menandai kekalahannya yang keenam musim ini, ditambah 11 kemenangan dan tujuh kali seri, yang merupakan hasil yang terhormat bagi tim yang sekarang berada di tahun ketiga mereka di Liga SportPesa sejak mendapatkan promosi pada tahun 2023.
Saat itu, mereka nyaris lolos dari degradasi sebelum Sammy Omollo ‘Pamzo’ memantapkan posisi mereka.
Penampilan Peter Okidi di Shabana FC

Okidi bergabung dengan tim yang berbasis di Kisii pada Oktober 2024 sebagai asisten pelatih sebelum menggantikan Pamzo, yang ditinggalkan menyusul serangkaian hasil buruk.
Pertandingan pertamanya sebagai pelatih adalah kekalahan 1-0 dari Nairobi City Stars dan dia memulai masa pemerintahannya yang berlangsung selama 18 bulan.
Selama periode tersebut, Okidi meraih 25 kemenangan dalam 52 pertandingan, dengan 14 kali seri dan 13 kekalahan, termasuk tujuh kekalahan musim ini.
BACA JUGA: Peter Okidi Ungkap Kesalahan yang Menyebabkan Hasil Imbang Shabana Melawan Bandari
Di luar tugas liga, Okidi membimbing Shabana ke babak 16 besar Piala FKF musim lalu, di mana mereka dikalahkan 1-0 oleh Kakamega Homeboyz.
Musim ini, mereka mengulangi prestasi tersebut dengan mencapai tahap yang sama setelah mengalahkan Muhoroni Youth 5-1 di babak 32 besar. Total, ia memimpin 57 pertandingan, meraih 29 kemenangan, 14 kali seri, dan 14 kekalahan.
Klub masih memburu pengganti Okidi dengan hanya 10 pertandingan tersisa untuk dimainkan. Mereka berharap untuk memperkecil jarak dengan juara bertahan Gor Mahia dan peringkat kedua AFC Leopards, yang hanya unggul tiga poin.
Terkait
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.